Lewati ke konten
Kurikulum

Forecasting untuk Retail & E-commerce

Perkirakan permintaan, rencanakan stok, dan siap untuk Ramadan, 11.11, dan 12.12.

6 unit28 biteSekitar 84 menit

Yang dibahas di jalur ini

Untuk merchandiser, category manager, seller marketplace, dan pengelola toko yang memesan stok dari sebuah perkiraan. Cara membaca riwayat penjualan (yang tidak sama dengan permintaan), pola musiman seperti Ramadan dan Lebaran yang bergeser setiap tahun, kampanye tanggal kembar, metode forecasting yang bisa dikerjakan di spreadsheet, cara mengukur akurasi, dan cara mengubah forecast menjadi safety stock dan jadwal pemesanan. Tanpa coding.

Baru mengenal AI? Setiap jalur dibangun di atas Dasar-Dasar AI & Data.

Yang akan bisa Anda lakukan

  • Membaca riwayat penjualan dan memisahkan tren, musiman, dan promo
  • Membuat forecast sederhana dalam bentuk rentang, bukan satu angka
  • Mengukur akurasi dan bias forecast dengan benar
  • Mengubah forecast menjadi safety stock dan titik pemesanan ulang

Unit dan bite

  1. Unit 14 biteSekitar 12 menit

    Dasar-dasar forecasting

    Apa itu forecast, kenapa selalu meleset, dan kenapa itu tidak apa-apa.

    1. Forecast adalah rentang, bukan satu angka

      Kenapa "minggu depan terjual 500" kurang berguna dibanding "antara 420 dan 580".

      3 menit
    2. Horizon dan tingkat detail

      Forecast besok per SKU berbeda dengan forecast kuartal depan per kategori — dan keduanya perlu.

      3 menit
    3. Untuk apa forecast dipakai

      Pembelian, stok gudang, staf toko, dan budget promo membutuhkan forecast yang berbeda.

      3 menit
    4. Forecast bukan target

      Forecast menebak apa yang akan terjadi; target adalah apa yang Anda inginkan. Mencampurnya merusak keduanya.

      3 menit
  2. Unit 25 biteSekitar 15 menit

    Membaca riwayat penjualan

    Data penjualan bukan data permintaan. Membersihkannya sebelum dijadikan forecast.

    1. Penjualan bukan permintaan

      Saat stok habis, penjualan nol tidak berarti tidak ada yang mau membeli.

      3 menit
    2. Tren, musiman, dan noise

      Tiga bagian yang ada di hampir setiap grafik penjualan, dan cara melihatnya.

      3 menit
    3. Promo dan lonjakan aneh

      Menandai minggu promo dan kejadian sekali saja supaya tidak dikira pola.

      3 menit
    4. SKU, toko, dan kanal

      Kapan forecast per SKU per toko masuk akal, dan kapan lebih baik dijumlahkan dulu.

      3 menit
    5. Data dari marketplace

      Membaca laporan penjualan Shopee, Tokopedia, TikTok Shop, dan Lazada sebagai satu gambaran.

      3 menit
  3. Unit 35 biteSekitar 15 menit

    Musiman dan momen belanja

    Ramadan, Lebaran, 11.11, 12.12, gajian, dan libur sekolah — pola yang bisa direncanakan.

    1. Pola mingguan dan gajian

      Kenapa akhir pekan dan tanggal gajian sering mengubah penjualan harian.

      3 menit
    2. Ramadan dan Lebaran

      Momen terbesar di Indonesia bergeser sekitar 11 hari lebih awal setiap tahun — forecast harus ikut bergeser.

      3 menit
    3. Kampanye tanggal kembar

      9.9, 11.11, dan 12.12 (Harbolnas): lonjakan besar yang sering meminjam penjualan dari minggu sesudahnya.

      3 menit
    4. Libur nasional dan kalender sekolah

      Natal, Imlek, tahun ajaran baru, dan libur panjang sebagai penanda di kalender forecast.

      3 menit
    5. Menyusun kalender momen

      Satu tabel tanggal promo dan momen yang membuat setiap forecast berikutnya lebih baik.

      3 menit
  4. Unit 45 biteSekitar 15 menit

    Metode forecasting sederhana

    Metode yang bisa dikerjakan di spreadsheet, dan kapan perlu tool AI.

    1. Forecast naif: tolok ukur Anda

      "Sama seperti minggu lalu" atau "sama seperti tahun lalu" — metode yang harus dikalahkan metode lain.

      3 menit
    2. Rata-rata bergerak

      Meratakan noise dengan rata-rata beberapa minggu terakhir, dan harga yang dibayar untuk itu.

      3 menit
    3. Forecast dengan pola musiman

      Menggabungkan tren terbaru dengan pola musim dari tahun lalu.

      3 menit
    4. Exponential smoothing, tanpa rumus

      Memberi bobot lebih ke minggu terbaru — ide di balik banyak tool forecasting.

      3 menit
    5. Kapan memakai forecasting dengan AI

      Machine learning membantu saat ada banyak SKU dan banyak faktor, bukan sebagai pengganti data yang bersih.

      3 menit
  5. Unit 54 biteSekitar 12 menit

    Mengukur akurasi forecast

    Error, bias, dan MAPE — cara menilai apakah forecast Anda membaik.

    1. Error forecast

      Selisih antara forecast dan penjualan, dan kenapa dirata-ratakan tanpa tanda plus-minus.

      3 menit
    2. MAPE dan jebakannya

      Persentase error yang populer, dan kenapa ia menyesatkan untuk produk yang jarang terjual.

      3 menit
    3. Bias: selalu terlalu tinggi atau rendah

      Error yang condong ke satu sisi lebih mahal daripada error yang acak.

      3 menit
    4. Apakah forecast Anda menambah nilai?

      Membandingkan setiap metode dan setiap koreksi manual dengan forecast naif.

      3 menit
  6. Unit 65 biteSekitar 15 menit

    Dari forecast ke keputusan stok

    Safety stock, titik pemesanan ulang, produk baru, dan rapat perencanaan.

    1. Safety stock

      Stok cadangan untuk rentang ketidakpastian, dan biaya kalau terlalu banyak atau terlalu sedikit.

      3 menit
    2. Titik pemesanan ulang

      Kapan memesan, berdasarkan forecast dan lama pengiriman pemasok.

      3 menit
    3. Menyiapkan stok untuk kampanye

      Stok untuk flash sale dan kampanye marketplace tanpa sisa gudang menumpuk sesudahnya.

      3 menit
    4. Produk baru tanpa riwayat

      Meminjam pola dari produk serupa saat belum ada data penjualan sama sekali.

      3 menit
    5. Rapat perencanaan

      Menyatukan forecast, rencana promo, dan kapasitas gudang dalam satu angka yang disepakati.

      3 menit

Pertanyaan tentang jalur ini

Belajar

Berapa lama menyelesaikan Forecasting untuk Retail & E-commerce?

Sekitar 84 menit total: 6 unit yang terdiri dari 28 bite, masing-masing sekitar tiga menit, dan setiap bite diakhiri pertanyaan singkat. Anda bisa mengerjakan satu bite sehari atau beberapa sekaligus.

Apakah saya perlu bisa coding?

Tidak. Setiap jalur Datamew ditulis untuk profesional tanpa latar belakang teknis. Kalau ada hitungan, itu jenis hitungan yang bisa dilakukan di ponsel atau spreadsheet.

Saya harus mulai dari mana?

Semua orang mulai dari Dasar-Dasar AI & Data, yang membahas cara kerja AI, cara menulis prompt yang baik, dan cara membaca data dengan jujur. Setelah itu ambil Forecasting untuk Retail & E-commerce sesuai peran Anda.

Kapan saya bisa mulai belajar?

Datamew segera hadir di iOS dan Android. Belum ada tanggal rilis maupun harga yang diumumkan: gabung waitlist dan kami akan memberi tahu saat aplikasinya tersedia.

Apakah tersedia dalam Bahasa Indonesia?

Ya. Datamew ditulis dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris.

Pusat Bantuan

Jalur lainnya

Kurikulum

Bacaan sambil menunggu

Panduan dari tim Datamew, gratis di web hari ini.

Waitlist

Jadi yang pertama memakai aplikasinya

Tinggalkan email Anda dan kami akan memberi tahu saat Datamew tersedia di ponsel Anda. Satu email saat rilis, tanpa spam.

  • Segera hadir diApp Store
  • Segera hadir diGoogle Play