Lewati ke konten
Correlation14 menit baca

Apa yang Sebenarnya Diukur Korelasi

Pelajaran gratisinteraktif

r mengukur satu hal saja: seberapa dekat titik-titik ke sebuah garis lurus. Itu lebih sempit dari yang orang kira.

Yang akan Anda bisa

  • Membaca nilai r sebagai arah dan kekuatan hubungan linear
  • Menjelaskan kenapa r = 0 tidak berarti tidak ada hubungan
  • Mengenali kapan Pearson menyesatkan

Koefisien korelasi Pearson, ditulis r, adalah satu angka antara −1 dan 1. Tandanya memberi arah, besarnya memberi kekuatan.

r = Σ(xᵢ − x̄)(yᵢ − ȳ) / √( Σ(xᵢ − x̄)² · Σ(yᵢ − ȳ)² )
xᵢ, yᵢ
pasangan nilai ke-i
x̄, ȳ
rata-rata masing-masing
Σ
jumlahkan untuk semua i
Koefisien korelasi Pearson

Rumusnya terlihat berat, tapi isinya satu ide: pembilangnya menghitung seberapa sering x dan y menyimpang dari rata-ratanya ke arah yang sama. Kalau x di atas rata-rata ketika y juga di atas rata-rata, hasil kalinya positif. Penyebutnya hanya menormalkan supaya hasilnya selalu jatuh di antara −1 dan 1.

Loading simulation…

Kemiringan bukan kekuatan#

Ini yang paling sering tertukar. Dua data bisa punya r yang persis sama tapi garis dengan kemiringan yang sangat berbeda — dan sebaliknya, dua garis dengan kemiringan identik bisa punya r yang jauh berbeda.

python
import numpy as np x = np.arange(50)landai  = 0.1 * x + np.random.normal(0, 0.5, 50)curam   = 10  * x + np.random.normal(0, 50,  50) print(round(np.corrcoef(x, landai)[0, 1], 3))print(round(np.corrcoef(x, curam)[0, 1], 3))
Output
0.944
0.941

Yang satu naik 0,1 per langkah, yang satu naik 10 per langkah — seratus kali lebih curam. r-nya praktis sama. Kalau Anda ingin tahu seberapa besar pengaruhnya, r bukan alat yang tepat; yang Anda butuhkan adalah kemiringan regresi.

r = 0 tidak berarti tidak ada hubungan#

Ini konsekuensi langsung dari kata "lurus" di definisi. Hubungan yang sempurna tapi melengkung bisa punya r nol.

python
x = np.arange(-10, 11)y = x ** 2 print(round(np.corrcoef(x, y)[0, 1], 6))
Output
0.0

y ditentukan sepenuhnya oleh x. Tidak ada keacakan sama sekali. r = 0. Korelasi tidak melihat hubungan itu karena hubungannya bukan garis lurus.

Loading simulation…

Pearson atau Spearman#

PearsonSpearman
MengukurHubungan linearHubungan monoton (selalu naik atau selalu turun)
Bekerja padaNilai aslinyaPeringkatnya
Terhadap pencilanSangat sensitifTahan
Terhadap kurvaGagalTetap menangkap, asal arahnya konsisten
Pakai kalauSebarannya terlihat seperti garisAda pencilan, atau hubungannya melengkung tapi searah
python
from scipy.stats import pearsonr, spearmanr x = np.arange(1, 21)y = x ** 3            # naik terus, tapi jelas melengkung print(round(pearsonr(x, y).statistic, 3))print(round(spearmanr(x, y).statistic, 3))
Output
0.929
1.0

Spearman memberi 1,0 — dan itu benar: hubungannya memang sempurna monoton. Pearson memberi 0,929 karena ia diminta mengukur kelurusan pada sesuatu yang tidak lurus.

Dan yang paling mahal: korelasi bukan sebab#

Kalimat ini sudah klise, tapi bentuk kesalahannya jarang dijelaskan. Kalau A dan B berkorelasi, ada empat kemungkinan, dan hanya satu yang biasanya diasumsikan orang:

KemungkinanContoh
A menyebabkan BHarga naik → permintaan turun
B menyebabkan AToko ramai → iklan ditambah (bukan sebaliknya)
C menyebabkan keduanyaCuaca panas → es krim naik, dan tenggelam naik
KebetulanCukup mencari di antara ribuan pasangan variabel
Checkpoint

Sebuah data punya r = 0,02. Apa kesimpulan yang benar?

Checkpoint

Dua analis melaporkan r = 0,94 untuk dua data berbeda. Apa yang BELUM Anda ketahui?